Logo
가을운동회
quiz thumbnail
Team match
Other
Science

remajarajin

naila ramadhan

3

20 questions

Allow incorrect answer

Show answer when incorrect

public quiz

# 1Multiple Choice
Dalam konteks farmakognosi, Equus hemionus (kuda liar Asia) secara historis dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan utama yang paling sering dikaitkan dengan spesies ini adalah:
Sebagai sumber kolagen untuk peremajaan kulit.
Dagingnya sebagai sumber protein tinggi untuk pemulihan energi.
Air susunya sebagai alternatif susu sapi untuk bayi dengan intoleransi laktosa.
Lemaknya sebagai bahan dasar salep untuk luka bakar dan iritasi kulit.
# 2Multiple Choice
Bos indicus (sapi zebu) memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional di beberapa budaya. Bagian mana dari Bos indicus yang secara spesifik sering diolah menjadi simplisia untuk tujuan pengobatan, terutama terkait dengan sistem pencernaan?
Tanduknya yang dihaluskan untuk obat batuk.
Empedunya sebagai agen peluruh empedu.
Kulitnya untuk pembuatan plester luka.
Tulangnya sebagai sumber kalsium.
# 3Multiple Choice
Canis familiaris (anjing domestik) memiliki berbagai pemanfaatan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan yang paling umum terkait dengan pengobatan luka dan penyakit kulit adalah:
Air liurnya sebagai antiseptik alami.
Darahnya sebagai penambah stamina.
Telinganya sebagai bahan obat anti-radang.
Jantungnya sebagai tonik untuk kesehatan kardiovaskular.
# 4Multiple Choice
Capra indicus (kambing India) dimanfaatkan dalam farmakognosi untuk berbagai khasiat obat. Salah satu pemanfaatan yang cukup dikenal adalah terkait dengan sistem pernapasan. Bagian mana yang sering digunakan?
Susunya untuk mengobati asma.
Dagingnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Tanduknya yang dihaluskan untuk obat batuk dan sesak napas.
Kulitnya untuk mengobati penyakit kulit.
# 5Multiple Choice
Pavo cristatus (merak jantan) meskipun jarang dibahas, memiliki beberapa catatan pemanfaatan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan yang paling sering dikaitkan dengan simplisia dari Pavo cristatus adalah:
Bulu ekornya sebagai penangkal energi negatif.
Dagingnya sebagai afrodisiak.
Cakarannya sebagai obat untuk mengatasi gigitan ular.
Tulangnya sebagai obat untuk penyakit tulang.
# 6Multiple Choice
Sus scrofa (babi hutan) memiliki bagian tubuh yang dimanfaatkan dalam farmakognosi. Pemanfaatan yang terkait dengan pengobatan masalah pencernaan, khususnya diare, seringkali melibatkan:
Lemaknya sebagai obat pencahar.
Darahnya sebagai penambah energi.
Empedunya sebagai agen anti-diare.
Dagingnya sebagai sumber protein.
# 7Multiple Choice
Cervus unicolor (rusa sambar) adalah salah satu hewan yang bagian tubuhnya dimanfaatkan dalam farmakognosi. Pemanfaatan yang paling menonjol dan terkait dengan pengobatan tradisional adalah:
Tanduknya untuk mengobati penyakit hati.
Darahnya sebagai tonik penguat badan.
Jalunya (cornu cervi) untuk meningkatkan vitalitas dan mengatasi kelelahan.
Kulitnya untuk mengobati luka bakar.
# 8Multiple Choice
Passer domesticus (burung gereja) adalah hewan kecil yang juga memiliki catatan pemanfaatan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan yang paling sering dikaitkan dengan burung ini adalah:
Telurnya sebagai obat untuk meningkatkan kesuburan.
Dagingnya sebagai obat untuk mengobati penyakit kulit.
Tubuhnya yang dikeringkan untuk mengobati masalah pernapasan.
Bulunya sebagai bahan obat anti-inflamasi.
# 9Multiple Choice
Columba livia (merpati) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan yang paling umum terkait dengan pengobatan luka dan pemulihan pasca sakit adalah:
Dagingnya sebagai sumber protein tinggi untuk pemulihan.
Telurnya sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat.
Air liurnya sebagai antiseptik.
Pupuk kandangnya sebagai obat untuk penyakit kulit.
# 10Multiple Choice
Streptopelia risoria (perkutut) memiliki pemanfaatan dalam farmakognosi, terutama yang berkaitan dengan efek menenangkan dan mengatasi gangguan tidur. Bagian mana yang paling sering digunakan?
Dagingnya sebagai obat penenang.
Telurnya sebagai obat untuk mengatasi insomnia.
Bulunya sebagai bahan ramuan tidur.
Paruhnya sebagai obat untuk mengatasi kecemasan.
# 11Multiple Choice
Kachuga tentoria (kura-kura air tawar) adalah reptil yang bagian tubuhnya dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan yang paling sering dikaitkan dengan simplisia dari Kachuga tentoria adalah:
Cangkangnya sebagai obat untuk menguatkan tulang.
Dagingnya sebagai obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Telurnya sebagai obat untuk mengatasi masalah ginjal.
Kelenjar minyaknya sebagai obat untuk penyakit kulit.
# 12Multiple Choice
Apis indica (lebah madu Asia) adalah sumber penting simplisia dalam farmakognosi. Selain madu, produk lain yang memiliki khasiat obat signifikan adalah:
Sarangnya sebagai obat anti-radang.
Ratu lebahnya sebagai sumber hormon.
Racunnya sebagai bahan pengobatan alergi.
Propolisnya sebagai agen antibakteri dan antivirus.
# 13Multiple Choice
Mactra violacea (kerang siput laut) adalah salah satu jenis moluska yang dimanfaatkan dalam farmakognosi. Pemanfaatan yang paling umum terkait dengan pengobatan masalah pencernaan dan sebagai sumber kalsium adalah:
Dagingnya sebagai obat untuk meningkatkan nafsu makan.
Cangkangnya yang dihaluskan sebagai antasida dan sumber kalsium.
Cairannya sebagai obat untuk mengobati luka dalam.
Giginya sebagai obat untuk mengatasi sakit gigi.
# 14Multiple Choice
Concha Hallotidis (cangkang abalon) adalah simplisia mineral yang berasal dari hewan laut. Dalam pengobatan tradisional, Concha Hallotidis terutama dimanfaatkan untuk:
Mengobati penyakit kulit kering.
Menurunkan tekanan darah tinggi.
Meredakan nyeri sendi dan mengobati gangguan penglihatan.
Meningkatkan fungsi ginjal.
# 15Multiple Choice
Cinnabar (bijih merkuri sulfida) adalah mineral yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional, meskipun penggunaannya memerlukan kehati-hatian ekstrem karena toksisitasnya. Pemanfaatan historis Cinnabar sering dikaitkan dengan:
Sebagai obat penenang dan pengobatan insomnia.
Sebagai agen antibakteri topikal.
Sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat.
Sebagai pengobatan penyakit kulit kronis.
# 16Multiple Choice
Cornu Cervi Degelatinatum (tanduk rusa yang telah dihilangkan gelatinnya) adalah simplisia mineral yang berasal dari tanduk rusa. Pemanfaatan utamanya dalam farmakognosi adalah untuk:
Mengobati luka bakar dan radang kulit.
Meningkatkan vitalitas dan mengatasi kelelahan.
Menurunkan kadar gula darah.
Meningkatkan fungsi hati.
# 17Multiple Choice
Magnetite (bijih besi oksida) adalah mineral yang memiliki sifat magnetik. Dalam farmakognosi, Magnetite dimanfaatkan terutama untuk:
Mengobati anemia defisiensi besi.
Sebagai agen penenang dan pengobatan insomnia.
Meningkatkan sirkulasi darah.
Menetralkan asam lambung.
# 18Multiple Choice
Ochre (tanah liat berwarna) adalah mineral alami yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan Ochre seringkali dikaitkan dengan:
Sebagai agen antibakteri untuk luka terbuka.
Untuk menghentikan pendarahan dan mengobati luka.
Sebagai obat untuk meningkatkan kesuburan.
Sebagai agen detoksifikasi.
# 19Multiple Choice
Gypsum (kalsium sulfat dihidrat) adalah mineral yang memiliki sifat mendinginkan dan menenangkan. Dalam farmakognosi, Gypsum sering digunakan untuk:
Mengobati penyakit pernapasan.
Sebagai agen anti-inflamasi topikal dan pereda demam.
Meningkatkan fungsi pencernaan.
Mengobati infeksi saluran kemih.
# 20Multiple Choice
Realgar (arsenik sulfida) adalah mineral yang mengandung arsenik. Penggunaannya dalam farmakognosi sangat terbatas dan memerlukan kehati-hatian ekstrem karena toksisitasnya. Pemanfaatan historis Realgar yang paling dikenal adalah:
Sebagai obat untuk meningkatkan nafsu makan.
Sebagai agen anti-parasit eksternal dan internal.
Untuk mengobati penyakit jantung.
Sebagai obat penenang.
Share to Google Classroom